Wakil Bupati Gayo Lues Ajak Warga Menanam Kopi, Penghasilan Per Tahun Bisa Capai Rp 140 Juta

Terkini 01 Apr 2026 11:58 2 min read 6 views By Sukri

Share berita ini

Wakil Bupati Gayo Lues Ajak Warga Menanam Kopi, Penghasilan Per Tahun Bisa Capai Rp 140 Juta
Masyarakat yang memiliki lahan tidur di Kabupaten Gayo Lues diajak Wakil Bupati H. Maliki menanam kopi Gayo atau kopi Arabika, selain sangat menguntungkan, kopi Gayo juga sedang menjadi incaran pencinta kopi dunia.

Blangkejeren, BurNews, Masyarakat yang memiliki lahan tidur di Kabupaten Gayo Lues diajak Wakil Bupati H. Maliki menanam kopi Gayo atau kopi Arabika, selain sangat menguntungkan, kopi Gayo juga sedang menjadi incaran pencinta kopi dunia. 

 

"Sekarang ini masih banyak sekali lahan tidur di Kabupaten Gayo Lues, jika semua lahan tidur itu ditanami kopi oleh warga, pasti sangat menguntungkan," katanya Selasa, 31 Maret 2026.

 

Hari ini kata Wakil Bupati, harga gabah kopi dibeli touke sudah mencapai Rp 70 ribu per bambu. Dan diperkirakan akan terus naik hingga bebebrapa tahun kedepan. 

 

"Dari hasil bincang-bincang kami dengan beberapa orang petani dan touke, dalam Satu batang kopi rata-rata bisa menghasilkan Satu bambu gabah kopi per tahunnya, jika Satu Kepala Keluarga (KK) menanam Dua Ribu batang kopi, maka penghasilan petani kopi bisa mencapai Rp 140 Juta per tahunnya," ujarnya. 

 

Jumlah uang Rp 140 juta itu kata Wakil Bupati memang masih kotor jika dikurangkan dengan biaya pembersihan lahan, biaya pemupukan dan biaya panen. Namun jika dikalkulasikan, rata-rata penghasilan petani kopi bisa diatas Rp 5 Juta per Bulan. 

 

"Jika memang warga masih ragu, boleh bercerita dengan petani kopi yang sudah panen. Baik tentang hasilnya, tentang perawatannya, tentang kemudahanya dan juga tentang kesulitanya," katanya. 

 

Untuk memudahkan warga yang hendak menanam kopi gayo, Pemerintah Daerah kata Wakil Bupati sudah menyiapkan bibitnya dalam program GERETEK (Gerakan Restorasi Ekonomi Kerakyatan). Dan di Bulan Juli atau Agustus akan dibagikan secara gratis kepada warga yang mau menanam kopi. 

 

"Lahan tidur itupun jangan serta merta ditanami kopi dulu, lihat dulu ketinggiannya, pelajari dulu cara menanam dan perawatanya, supaya bisa berhasil," pungkasnya. (*)

BurNews
Chat with us on WhatsApp